Gambar Monitoring KegiatanModel Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Multikeaksaraan Berbasis Budaya Lokal di Kab. Rokan Hulu

Monitoring Pengembangan Model Uji Coba Operasional Multikeaksaraan Berbasis Budaya Lokal dilaksanakan pada tanggal 15 November 2018 di PKBM Intan Gumalo Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu. Monitoring dilaksanakan oleh Tim Monev dan Tim Pengembangan Model yaitu Ibu Sri Melia, Ibu Elsa Ranti dan Bapak Mahir Siahaan. Pengembangan Model dimulai dari kearifan lokal di daerah Rokan Hulu yaitu Tortor Mandailing. Sebelum melakukan Pembelajaran Multikeaksaraan peserta didik yang berjumlah 20 orang tersebut melakukan Manortor (tari pernikahan), terlebih dahulu menggunakan selendang khas Batak Yaitu Ulos yang merupakan tenunan khas Batak. Setelah Peserta didik melakukan tarian Manortor, mereka baru diajak oleh Tim Pengembang model untuk membaca, menulis dan berhitung pemula. Metode yang digunakan dalam membaca tersebut adalah metode SAS (Struktur Analis Sintetis) dilanjutkan dengan pengenalan angka dan huruf, seperti kata, suku kata dan kalimat.

Peserta didik diarahkan untuk menuliskan syair dari tarian Tor-tor berbahasa mandailing yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Proses Pembelajaran tersebut menggunakan media Angka dan Huruf. Pada saat demo menulis angka dan huruf masing-masing peserta didik diminta maju ke depan untuk menuliskan nama dan umur mereka masing-masing. Peserta didik yang pada umumnya berusia 40 tahun itu sangat antusias sekali membuat angka dan huruf. Lalu mereka memperlihatkan hasil tulisan mereka kepada Tim Monev. Ibu Sri Melia, S.Sos selaku Tim Monev Pengembangan Model memberikan apresiasi pujian kepada peserta didik karena mereka sudah bisa menuliskan nama mereka sendiri. Tim Monev dan Tim pengembangan model berharap kedepannya tidak ada lagi masyarakat yang buta aksara khususnya di Kecamatan Rokan Hulu.